Pertumbuhan ekonomi internet yang mantap seperti ini juga terjadi di Asia Tenggara. Laporan menemukan bahwa ekonomi digital kawasan ini bertumbuh kian cepat akibat pandemi, mencapai USD100 miliar pada 2020 dan akan melampaui USD300 miliar pada 2025.
Dalam kesempatan yang sama, Partner and Leader dari Southeast Asia Private Equity Practice di Bain & Company Alessandro Cannarsi menilai wabah tersebut membuat gaya hidup manusia mengalami perubahan. Kini, mereka lebih memanfaatkan internet untuk melakukan transaksi.
“COVID-19 telah mengubah cara hidup banyak orang di Asia Tenggara, dan perkembangan sektor layanan keuangan digital, HealthTech, dan EdTech diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di tengah masyarakat,” ujarnya.
(Fakhri Rezy)