Menaker Blusukan ke Rumah Penerima BLT Subsidi Gaji, Ngapain?

Giri Hartomo, Jurnalis
Kamis 26 November 2020 09:52 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. (Foto: Okezone.com/Dok. Kemnaker)
Share :

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mendorong peyaluran Bantuan Subsidi Gaji atau Upah (BSU) kepada para pekerja yang memiliki penghasilan di bawah Rp5 juta. Hingga saat ini penyaluran BSU sudah sampai termin kedua dan batch atau tahap V.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pihaknya terus turun langsung ke lapangan untuk bertemu langsung dengan penerima manfaat. Tujuannya adalah untuk memastikan agar BSU ini bisa tepat sasaran.

Baca Juga: BLT Subsidi Gaji Cair, Menaker: Untuk Kebutuhan Sehari-hari

“Dalam beberapa kesempatan saya bertemu langsung dengan para penerima BSU untuk mengecek langsung penerima nya sesuai kriteria dan memiliki manfaat,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (26/11/2020).

Menurut Ida, pemberian subsidi gaji banyak disambut positif oleh masyarakat yang memiliki penghasilan di bawah Rp5 juta. Hal ini dia dapatkan berdasarkan kajian yang dilakukan Barenbang Kementerian Ketenagakerjaan.

Baca Juga: BLT Subsidi Gaji Baru Cair ke 5,9 Juta Pekerja, Kemnaker: Butuh Proses!

Dalam kajian tersebut masyarakat mengakut jika subsidi gaji atau upah memberikan dampak positif terhadap konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi. Dengan kata lain dapat disimpulkan jika subsidi gaji atau upah bagi pekerja atau buruh dengan terbukti dapat mendorong konsumsi rumah tangga yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.

“Alhamdulillah para penerima BSU tersebut mengaku adanya BSU sangat membantu. Untuk mempertahankan daya beli dan konsumsi rumah tangga khususnya pemenuhan kebutuhan sehari-hari," kata Menaker Ida.

Oleh karena itu, pada hari ini pemerintah kembali menyalurkan kembali BSU. Kali ini giliran 567.723 yang mendapatkan BSU pada termin kedua gelombang kelima.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya