JAKARTA - Inflasi tercatat rendah karena permintaan yang belum kuat dan pasokan yang memadai. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2020 tercatat 0,28% (mtm), sehingga secara tahunan inflasi mencapai 1,59% (yoy).
Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, inflasi inti tetap rendah sejalan dengan pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi pada kisaran target, dan stabilitas nilai tukar yang terjaga.
Baca Juga: BI Ungkap Inflasi Minggu Kedua Desember 0,30%, Ini Daftar Biang Keroknya
"Sementara itu, inflasi kelompok volatile food meningkat terutama karena faktor musiman akibat kenaikan harga komoditas hortikultura seiring dengan berlalunya musim panen serta harga komoditas global yang meningkat," katanya di Jakarta, Kamis (17/12/2020).
Baca Juga: Inflasi 2020 Bakal Lebih Rendah Sejak Krisis Moneter 1999
Inflasi kelompok administered prices juga meningkat didorong oleh kenaikan tarif angkutan udara di tengah deflasi komoditas tarif listrik sejalan kebijakan penyesuaian tarif.