JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengingatkan, Penanaman Modal Asing (PMA) atau investasi asing bukan satu-satunya instrumen yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Penanaman modal Dalam Negeri (PMDN) justru yang mampu menopang perekonomian Tanah Air di saat pandemi Covid-19.
Dalam catatan BKPM, investasi merupakan kontribusi terbesar kedua bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terbagi diantara investasi di sektor keuangan, pemerintahan, hulu migas dan investasi langsung. Sementara, konsumsi atau daya beli masyarakat menyumbang 30 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Baca juga: Kerjasama OTT Global dengan Perusahaan Lokal Datangkan Investasi Baru
"Menarik PMA dan PMDN tipis sekali, di belahan dunia mengatakan PMA menurun 30 persen sampai 40 persen, di Indonesia turunnya tidak lebih dari 10 persen. Di era pandemi ini punya kontribusi yang luar biasa, jadi kita tidak boleh lagi menganggap PMA adalah segala-galanya," ujar dia, Rabu (3/2/2021).
Investor Tanah Air perlu di gairahkan dengan membuka kesempatan bagi mereka untuk terlibat dalam rantai pasok industri nasional. Bahlil memastikan, bila sektor-sektor investasi di dalam negeri membaik, maka penegmbangan investasti Indonesia ke depan akan lebih baik lagi.
Baca juga: Jokowi: Indonesia Harus Ramah Investasi dan Lingkungan
5 tahun terakhir, investasi selalu dijadikan tempatnya di Jawa, adalah alternatif pertama, sementara luar Jawa tidak dijadikan alternatif. Di masa 5 tahun kepemimpinan Pak Jokowi membuahkan hasil, dimana hari ini para investor dalam dan luar negeri tidak lagi menjadikan Jawa satu-satunya alternatif," kata dia.