Kepala BKPM: Tidak Boleh Lagi Anggap Investasi Asing Segala-galanya

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Rabu 03 Februari 2021 20:49 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengingatkan, Penanaman Modal Asing (PMA) atau investasi asing bukan satu-satunya instrumen yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Penanaman modal Dalam Negeri (PMDN) justru yang mampu menopang perekonomian Tanah Air di saat pandemi Covid-19.

Dalam catatan BKPM, investasi merupakan kontribusi terbesar kedua bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terbagi diantara investasi di sektor keuangan, pemerintahan, hulu migas dan investasi langsung. Sementara, konsumsi atau daya beli masyarakat menyumbang 30 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

 Baca juga: Kerjasama OTT Global dengan Perusahaan Lokal Datangkan Investasi Baru

"Menarik PMA dan PMDN tipis sekali, di belahan dunia mengatakan PMA menurun 30 persen sampai 40 persen, di Indonesia turunnya tidak lebih dari 10 persen. Di era pandemi ini punya kontribusi yang luar biasa, jadi kita tidak boleh lagi menganggap PMA adalah segala-galanya," ujar dia, Rabu (3/2/2021).

Investor Tanah Air perlu di gairahkan dengan membuka kesempatan bagi mereka untuk terlibat dalam rantai pasok industri nasional. Bahlil memastikan, bila sektor-sektor investasi di dalam negeri membaik, maka penegmbangan investasti Indonesia ke depan akan lebih baik lagi.

 Baca juga: Jokowi: Indonesia Harus Ramah Investasi dan Lingkungan

5 tahun terakhir, investasi selalu dijadikan tempatnya di Jawa, adalah alternatif pertama, sementara luar Jawa tidak dijadikan alternatif. Di masa 5 tahun kepemimpinan Pak Jokowi membuahkan hasil, dimana hari ini para investor dalam dan luar negeri tidak lagi menjadikan Jawa satu-satunya alternatif," kata dia.

BKPM mencatat, realisasi investasi sepanjang 2020 mencapai Rp826,3 triliun. Realisasi ini melampaui target yang telah ditetapkan sebesar Rp817,2 triliun.

Capaian realisasi investasi 2020 melebihi 101,1 persen dari target, dan tumbuh 2,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Total realisasi investasi tersebut terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp413,5 triliun atau naik 7 persen. Sementara sisanya berasal dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp412,8 triliun atau turun 2,4 persen.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya