JAKARTA – Cara budidaya jamur memiliki beberapa tahapan. Budidaya jamur ternyata memiliki keuntungan di antaranya tidak memerlukan lahan yang luas, mempunyai kandungan protein serta mineral yang tinggi, dan sampah pertanian dari budidaya jamur dapat diubah menjadi pupuk dan penggembur tanah.
Seperti dikutip dari laman resmi Puslitbang Hortikultura Kementerian Pertanian, Rabu (3/3/2021). Berbagai macam teknik budidaya telah dikembangkan, dengan memperhatikan bahan baku yang tersedia di masing-masing daerah.
Baca Juga: 8 Manfaat Jamur untuk Tubuh, Bisa Tingkatkan Kesehatan Jantung Lho
Berikut beberapa cara budidaya jamur:
1. Tahapan Pembuatan Media Bibit Induk Jamur Tiram, Jamur Kuping dan Shiitake
Siapkan bahan baku yang terdiri atas biji-bijian atau campuran serbuk kayu gergaji albasia (SKG) + biji millet dengan perbandingan 1:1 bahan-bahan tersebut dicuci dan direbus selama 30 menit menggunakan pressure cooker atau dengan panci. Ditiriskan dan ditambah dengan kapur (CaCO3) 1%, gypsum (CaSO4) 1%, vitamin B complex dan atau bekatul 15%. Penambahan air dilakukan hingga mencapai kadar air 45-60%, dengan pH 7.
Masukkan bahan tersebut dalam baglog polipropilen atau botol susu atau botol jam sebanyak 50-60% volume wadah, kemudian sumbat dengan kapas/kapuk dan tutup dengan kertas koran atau alumunium foil.
Sterilisasi dengan autoclave (pada suhu 121oC, tekanan 1 lb) selama 2 jam atau dipasteurisasi selama 8 jam pada suhu 95oC.Setelah suhu media bibit turun sampai suhu kamar, dilakukan inokulasi dengan bibit (berasal dari biakan murni pada media PDA) sebanyak 2-3 koloni miselium per botol bibit).
Langkah ini dilakukan dalam laminar. Media yang telah diinokulasi, diinkubasikan dalam ruang inkubasi/inkubator pada suhu 22-28oC, selama 15-21 hari. Botol/baglog berisi bibit atau disebut spawn dikocok setiap 3 hari agar pertumbuhan miselium bibit jamur dapat merata dan cepat serta tidak menggumpal dan mengeras.
Setelah miselium jamur tumbuh kompak dan merata menutupi media, dapat digunakan sebagai bibit induk dan dapat disimpan dalam lemari pendingin bersuhu 4oC selama 1 tahun bila tidak akan segera digunakan.