Saat ini menurut dia transaksi digital dan uang kartal masih bersifat komplementer karena Indonesia masih kategori dominan yang tunai atau cash- based society society. Masyarakat masih memegang tunai Rupiah untuk belanja.
"Sehingga ketersediaan uang kartal dibutuhkan untuk menjaga kebanggaan untuk Rupiah," imbuhnya.
(Feby Novalius)