JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank ditutup melemah seiring koreksi mata uang kawasan Asia pada penutupan perdagangan hari ini.
Rupiah ditutup melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.252 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.242 per dolar AS.
"Kalau kita melihat memang rupiah dan yield SBN sangat stabil dalam beberapa hari ini. Hal ini terpengaruh oleh sentimen global dan dalam negeri," kata analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (16/9/2021).
Menurut Rully, indeks dolar AS turun sampai hari ini karena kecenderungan pelemahan ekonomi Negeri Paman Sam dan inflasi yang melandai.
"Sementara itu dari dalam negeri, pasar menyambut positif data neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus jauh di atas perkiraan," ujar Rully.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan pada Agustus 2021 mengalami surplus sebesar 4,74 miliar dolar AS dengan nilai ekspor 21,42 miliar dolar AS dan impor 16,68 miliar dolar AS.
Terkait pandemi, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air pada Rabu (15/9) bertambah 3.948 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,18 juta kasus.
Jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 267 kasus sehingga totalnya mencapai 139.682 kasus.