JAKARTA - Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing mengomentari terkait permasalahan yang terjadi di masyarakat tentang keluhan dari para nasabah Ajaib Sekuritas.
Pertama, ada seseorang yang mendapatkan email sebanyak 3 kali untuk meminta konfirmasi pendaftaran akun Ajaib sekuritas, padahal orang tersebut sebelumnya tidak pernah Mendaftarkan dirinya pada perusahaan tersebut. Selanjutnya ada kasus nasabah yang saldo di Rekening Dana Nasabah (RDN) sudah terpotong untuk membelikan saham, namun saham tersebut justru tidak muncul di portofolio, kemudian yang ketiga ada juga pengguna yang mengalami kejadian ketika setoran Reksadananya hilang dari rekapan aplikasi.
Melihat masalah tersebut Ketua Satgas Waspada Investasi pun angkat bicara, Tongam menyuruh masyarakat yang tersangkut masalah dengan investasi untuk menelusuri sendiri ke perusahaan sekuritas yang bersangkutan.
"Kami minta orang tersebut cek ke perusahaan sekuritas tersebut, karena bisa saja kemungkinan nama perusahaan tersebut dicatut orang yang mau menipu," ujarnya ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (2/10/2021).
Menurutnya seseorang yang mendapat kendala dalam berinvestasi perlu meminta klarifikasi sendiri ke perusahaan yang bersangkutan supaya jelas posisi kasusnya. "Harus dicek dulu posisi kasusnya, oleh karena itu, perlu diminta klarifikasi ke perusahaan sekuritas tersebut mengenai kasus tersebut," sambungnya.
Sebelumnya Ajaib sekuritas yang mengirimkan email konfirmasi pendaftaran kepada seseorang. Email itu berisikan konfirmasi pendaftaran pada Ajaib Sekuritas, Padahal orang yang bersangkutan sebelumnya tidak pernah mendaftarkan diri pada Ajaib Sekuritas.
Salah seorang yang mendapat email konfirmasi tersebut adalah pemilik akun Twitter Ignatius Danang. Ignatius berbagi di media sosial pada 5 Juli 2021 bahwa dirinya bingung tiba-tiba dirinya mendapatkan email konfirmasi, seakan telah melakukan pendaftaran akun Ajaib Investasi.
"Dear @ajaib_investasi sampai detik ini saya tidak pernah melakukan pendaftaran akun, tetapi dari kemarin total saya mendapat lebih dari 3x email konfirmasi. Mohon ditindaklanjuti Terima kasih, cc @ojkindonesia," tulis Ignatius, seperti yang dikutip MNC Portal Indonesia.
Pengguna lain bernama Nidha Wulandari juga mengeluhkan pelayanan Ajaib Sekuritas ketika setoran Reksadananya hilang secara tiba-tiba dari rekapan aplikasi Ajaib Sekuritas.
"Setoran reksadana saya sejak 12 September tiba-tiba hilang dari rekapan aplikasi dengan alasan buktinya kurang jelas. Saya disuruh kirim ulang berkali-kali (hingga terakhir tanggal 23 September saya kirim lagi)," tulis komentar Nidha, seperti yang dikonfirmasi MNC Portal Indonesia.
Padahal menurutnya mutasi pada akun Sekuritasnya sudah jelas tertera, nomor rekeningnya pun sudah ada. Namun sampai sekarang uangnya tidak kembali ke rekeningnya.
"Padahal sudah jelas mutasinya tertera, nomor rekening ada, bukan korban aplikasi palsu, melainkan aplikasi resmi Ajaib sendiri, sampai sekarang uang saya tidak ada itikad baik, apakah dikembalikan atau dimasukan ke reksadana," lanjut Nidha.
Selain Nidha, salah satu pengguna bernama Braham Wijaya juga keluhkan buruknya sistem pelayanan sekuritas Ajaib, khususunya pada layanan contact service, sehingga sulit untuk mengajukan keluhan.
"Saya pesan rights issue, saldo RDN sudah berkurang, sudah 2 hari dan terkonfirmasi tapi Lot tidak masuk portofolio, saya bingung harus lapor siapa, tidak ada yang respon, kontak telpon pun tidak tersedia," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (2/10/2021).
Sama seperti Nidha, Braham juga sudah menghubungi via email, namun belum ada jawaban atas aduannya tersebut. "Bingung sekarang saya komplain atau mau tanya siapa, karena lot nya kemana, itu jadi pertanyaan," tutur Braham.
Meski demikian, OJK tetap menghimbau agar masyarakat untuk menelusuri dan menanyakan masalahnya pada perusahaan yang bersangkutan.
"Yang saya sampaikan adalah silahkan pengadu cek ke perusahaan tersebut, Harus dicek dulu posisi kasusnya. Oleh karena itu, perlu diminta klarifikasi ke perusahaan sekuritas tersebut mengenai kasus tersebut," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)