JAKARTA - Aksi window dressing diprediksi terjadi pada akhir tahun 2021 dan memicu pergerakan sektoral sejumlah emiten, salah satunya sektor perbankan dan keuangan.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Mino mencermati agenda window dressing dapat menjadi sentimen positif bagi sejumlah saham-saham sektor yang sering diburu investor asing tersebut.
"Dari efek window dressing tentunya sektor ini (perbankan) juga berpeluang mendapat sentimen positif mengingat emiten di sektor ini menjadi salah satu komponen portofolio manajer investasi sehingga berpeluang dipercantik menjelang akhir tahun," kata Mino saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jakarta, Selasa (2/11/2021).
Baca Juga: Waspadai Window Dressing Datang Lebih Awal
Jalannya pemulihan ekonomi nasional memberi dampak signifikan bagi penyaluran kredit serta kualitas aset perbankan, kendati tekanan inflasi masih menjadi tantangan di masa depan.
Sejalan dengan kinerja keuangan sejumlah emiten perbankan bigcaps yang cemerlang pada kuartal III-2021 seperti BBRI, BBCA, BBNI, dan BMRI, Mino meyakini hal tersebut dapat menjadi sentimen positif.
"Untuk sektor perbankan sendiri sudah menunjukan adanya pemulihan seperti terlihat di laporan keuangan kuartal III-2021 yang cukup solid," katanya.
Pemulihan ekonomi yang solid dinilai bakal mendorong kinerja perbankan lebih mumpuni mengingat pelonggaran pembatasan dapat meningkatkan daya beli masyarakat.
"Ke depan kita prediksi masih akan positif seiring proses pemulihan ekonomi yang diikuti oleh mulai berangsur-angsur naiknya penyaluran kredit, kualitas aset juga diprediksi akan membaik seiring meningkatnya daya beli masyarakat," katanya.