JAKARTA - Meski sepi laga pertandingan, namun performance kinerja keuangan emiten pengelola klub Bali United yakni PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) masih tumbuh positif.
Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp114,37 miliar hingga kuartal tiga 2021 atau membaik dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencatatkan rugi bersih sebesar Rp22,403 miliar.
Pertumbuhan laba bersih perseroan membawa laba per saham dasar sebesar Rp19,06. Sedangkan di akhir kuartal III 2020 mencatatkan rugi per saham dasar Rp3,73. Sementara pendapatan perseroan hanya sebesar Rp87,22 miliiar atau naik 38,09% dibandingkan akhir September 2020 yang tercatat sebesar Rp63,152 miliar. Rincinya, pendapatan dari manajemen klub sebesar Rp20,1 miliar, sponsor Rp30,665 miliar dan rekaman video sebesar Rp31,898 miliar.
Walau beban operasi dapat ditekan sedalam 1,9% menjadi Rp103,73 miliar, tapi tetap mencatatkan rugi kotor sebesar Rp16,514 miliar. Menariknya, pada kuartal III 2021 ini, perseroan meraih pendapatan bunga sebesar Rp143, 64 miliar atau melonjak 615% dibandingkan kuartal III 2020, yang tercatat sebesar Rp20,979 miliar. Sehingga berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp115,7 miliar.
Baca Juga: Siap-Siap! 29 Perusahaan 'Serbu' BEI Cari Dana Segar di Pasar Modal
Sementara itu, aset perseroan tercatat tumbuh 22% menjadi Rp671,49 miliar. Hal itu ditopang saldo laba sebesar Rp108,98 miliar. Hanya saja, kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi menyentuh Rp72,472 miliar, atau memburuk dibandingkan akhir kuartal III 2020 yang mencatatkan kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp24,837.
Dalam memacu pertumbuhan bisnisnya, perseroan mendirikan anak usaha berlabel PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi. Melalui anak usaha itu, perseroan berencana untuk melakukan investasi bisnis-bisnis teknologi berbasis ekonomi baru. Corporate Secretary Bali Bintang Sejahtera, Yohanes Ade Bunian Moniaga pernah bilang, BOLA memiliki saham sebesar 90% atau Rp 3,6 miliar dan telah melakukan setoran modal awal secara penuh pada 22 September 2021.
Baca Juga: Dharma Samudera (DSFI) Kantongi Laba Bersih Rp11,5 Miliar
”Anak usaha tersebut bergerak di bidang aktivitas holding, informasi dan komunikasi, serta aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis,” ujarnya, Kamis (18/11/2021).