Tak hanya itu, Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang sedang berlangsung ini juga dilakukan sejumlah usaha antisipasi agar terhindar dari kecurangan yang marak terjadi.
“Begitu pula dengan SKB yang tengah berjalan tak lepas dengan upaya mitigasi dari tindak dari tindak kecurangan,” ujarnya.
Perlu dipahami, langkah pergantian ini dinilai efektif karena tidak memerlukan waktu yang lama dalam pelaksanaan rekrutmen sehingga dapat menghemat waktu penyelenggaraan ujian.
Selain itu, perubahan dari metode LJK ke CAT BKN justru memudahkan pihak pemerintah demi menjaga mutu dan peningkatan kualitas seleksi yang lebih baik ke depannya.
“Dengan berubahnya pola rekrutmen dari konvensional ke CAT BKN, menjadi jalan terang Pemerintah dalam meningkatkan kualitas rekrutmen CPNS yang prosesnya lebih akuntabel, objektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. #BKNsikatKecurangan,” jelasnya.
Pasalnya, proses ujian dengan CAT BKN juga bisa dipantau oleh semua pihak. Pergerakan nilai peserta dari awal sampai dengan selesai pun, dapat diikuti dan jawaban peserta dapat dilacak.
Sehingga, kasus kecurangan nilai dapat dicegah karena nilai yang masuk diolah oleh sistem dan terinput secara otomatis tanpa melalui perantara lainnya.
“Jadi, masih yakin hasil bisa dimemanipulasi? Nilai peserta akan masuk dan otomatis tercatat sistem kok. Jika ada yang coba-coba, pasti ketahuan,” tambahnya.