“Pertumbuhan kami didukung oleh penambahan jumlah pelanggan residensial yang cukup besar, terutama berasal dari perumahan dan apartemen," katanya.
Dia melanjutkan, pendapatan LINK diperkirakan 80% disumbang oleh segmen residensial dan 20% berasal dari enterprise. Adapun perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp3,1 triliun di 2021 untuk mencapai target pertumbuhan tersebut.
Johannes menjelaskan, capex tersebut sudah dialokasikan untuk proyek migrasi dan juga untuk kegiatan bisnis as usual. "Realisasi sampai saat ini, kita harap mendekati angka 95-97% sampai akhir 2021. Jadi kita harap capex akan terserap 95-97%," ucap dia.
Untuk tahun depan, Johannes memperkirakan hal yang sama akan terjadi, yakni pendapatan perseroan akan tumbuh di high-single digit.
(Taufik Fajar)