Baginya, tren IHSG bisa mencapai angka 7.000, dengan catatan data positif baik makro hingga laporan keuangan emiten memacu investor meningkatkan daya beli sahamnya.
"Ini akan menjadi trigger karena capaian angka PDB di Indonesia mengalami perbaikan, pada kuartal keempat, yakni 5,02% dari kuartal III sebelumnya di 3,51%," tuturnya.
Ke depan, Lucky membaca bahwa tren jangka pendek, indeks akan mengalami pelemahan, tetapi untuk jangka menengah dan panjang dapat menguji di 6.850 - 6.900. Dirinya meyakini kenaikan harga komoditas, terutama batu bara dan CPO akan memberikan keungan bagi Indonesia, terutama perusahaan-perusahaan pertambangan dan consumer goods yang berkaitan.
"Dalam jangka panjang indeks akan cenderung menguat," tukasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)