Pelaku diduga bernama Rezky, yang disebut memiliki usaha bernama PT Hars Bersaudara yang meliputi Hars Media Avertising, Hars Media Indonesia, Hars Musical Studio dan Rumah Souvenir.
Rezky menjalankan aksinya dengan membawa pesan agama sehingga korban terperdaya.
Bahkan, pelaku membuat member klub abal-abal miliknya tergabung dalam grup media sosial WhatsApp bertajuk GSC ASIA 1.
BACA JUGA:4 Cara Investasi Sukuk Ritel SR016, Simak Yuk!
"Nomor yang selama ini untuk berkomunikasi dengan para member tiba-tiba tidak bisa dihubungi, left dari grup tanpa bertanggung jawab mengembalikan uang yang telah kami setorkan, Instagram beliau dan istri dihapus agar tidak terlacak lagi," unggah Yuki.
Dalam unggahan tersebut, terlampir pula sejumlah bukti pembayaran investasi GSC.
Terlihat ada yang berinvestasi Rp 50 juta hingga Rp 375 juta.
GSC sendiri diketahui menawarkan investasi trading forex dengan imbal hasil yang sangat menarik, yaitu 16% per bulannya.
Kemudian, kisah pilu lainnya datang dari MN yang tertipu arisan dan investasi bodong di Palembang.
Pelaku diduga W dan Z merupakan penjual buah sukses di daerah tersebut, yang memanfaatkan kepopuleran usahanya untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah melalui jalan pintas.
Dalam unggahan Instagramnya, MN menyebut telah rugi Rp 70 juta gegara arisan dan investasi ilegal ini.
Korban lainnya berjumlah ratusan orang, tidak hanya dari Palembang namun dari kota lainnya.
Latar belakang korbannya beragam, mulai dari Ibu Rumah Tangga (IRT) hingga selebgram di sana.
"Saya juga mendapat kabar dari Group Korban W, bahwa total uang invest dari ratusan korban yang dilarikan si WI jumlahnya 4 milyar," ujar MN.
MN bercerita, awalnya W membuka investasi dengan nominal Rp 3 juta hingga Rp 200 juta dengan keuntungan 10-20%. Pencairan investasi dijanjikan mulai dari 15 hingga 30 hari.
Kala itu, pembagian keuntungan masih berjalan lancar hingga November 2021.