Cerita Pilu Ratusan Korban Investasi Bodong, Uang Miliaran Lenyap

Athika Rahma, Jurnalis
Kamis 03 Maret 2022 11:49 WIB
Cerita korban investasi bodong. (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Cerita memilukan para korban penipuan investasi bodong dari banyak pelaku yang memanfaatkan kesempatan untuk meraup keuntungan korban.

Di mulai dari LW, dia menjadi korban penipuan seorang pria yang mengaku CEO Gate Solution Club (GSC).

Kemudian, pria itu membawa kabur uang korban bernama LW dan 50 ribu orang lainnya dengan nilai ratusan miliar.

"Semoga manusia biadab ini cepat tertangkap dan PTnya bisa dicairkan untuk mengembalikan uang-uang kami yang sudah kami setorkan melalui upline kami. Biarkanlah Allah yang bekerja untuk bisa menemukan orang tersebut, aamiin," ujar LW, Selasa (2/3/2022).

 BACA JUGA:Kerugian Investasi Bodong Rp117,5 Triliun, Investor Wajib Perhatikan Hal Ini

Mengutip unggahan milik akun Yuki Herawati di Facebook, pelaku diketahui tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat.

Pelaku diduga bernama Rezky, yang disebut memiliki usaha bernama PT Hars Bersaudara yang meliputi Hars Media Avertising, Hars Media Indonesia, Hars Musical Studio dan Rumah Souvenir.

Rezky menjalankan aksinya dengan membawa pesan agama sehingga korban terperdaya.

Bahkan, pelaku membuat member klub abal-abal miliknya tergabung dalam grup media sosial WhatsApp bertajuk GSC ASIA 1.

 BACA JUGA:4 Cara Investasi Sukuk Ritel SR016, Simak Yuk!

"Nomor yang selama ini untuk berkomunikasi dengan para member tiba-tiba tidak bisa dihubungi, left dari grup tanpa bertanggung jawab mengembalikan uang yang telah kami setorkan, Instagram beliau dan istri dihapus agar tidak terlacak lagi," unggah Yuki.

Dalam unggahan tersebut, terlampir pula sejumlah bukti pembayaran investasi GSC.

Terlihat ada yang berinvestasi Rp 50 juta hingga Rp 375 juta.

GSC sendiri diketahui menawarkan investasi trading forex dengan imbal hasil yang sangat menarik, yaitu 16% per bulannya.

Kemudian, kisah pilu lainnya datang dari MN yang tertipu arisan dan investasi bodong di Palembang.

Pelaku diduga W dan Z merupakan penjual buah sukses di daerah tersebut, yang memanfaatkan kepopuleran usahanya untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah melalui jalan pintas.

Dalam unggahan Instagramnya, MN menyebut telah rugi Rp 70 juta gegara arisan dan investasi ilegal ini.

Korban lainnya berjumlah ratusan orang, tidak hanya dari Palembang namun dari kota lainnya.

Latar belakang korbannya beragam, mulai dari Ibu Rumah Tangga (IRT) hingga selebgram di sana.

"Saya juga mendapat kabar dari Group Korban W, bahwa total uang invest dari ratusan korban yang dilarikan si WI jumlahnya 4 milyar," ujar MN.

MN bercerita, awalnya W membuka investasi dengan nominal Rp 3 juta hingga Rp 200 juta dengan keuntungan 10-20%. Pencairan investasi dijanjikan mulai dari 15 hingga 30 hari.

Kala itu, pembagian keuntungan masih berjalan lancar hingga November 2021.

W saling lempar tanggung jawab dengan Z soal nasib uang investor. Para investor yang murka meminta uang mereka dikembalikan paling lambat di bulan Desember.

Namun sampai saat ini, keberadaan W dan Z masih menjadi misteri.

Kasus yang membuat korban-korban mereka menunggak uang kuliah, tidak bisa membayar biaya persalinan hingga batal lamaran menguap begitu saja.

"Saya pribadi belum melapor karena berharap uang masih bisa kembali," tutur MN.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah sering mengimbau agar masyarakat lebih hati-hati lagi dalam melakukan investasi.

Termasuk untuk mengenali ciri-ciri perusahaan investasi agar tak tertipu.

Sayangnya, kasus penipuan investasi masih marak terjadi yang menyebabkan kerugian dalam jumlah besar.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya