Gendra menyampaikan, perusahaan juga terus melakukan penetrasi pasar domestik dan ekspor untuk mempertahankan kinerja pada tahun ini. Harapannya penanganan pandemi baik domestik dan global terus membaik sehingga berimbas positif bagi perusahaan.
Sebagai produsen cokelat bercitarasa khas Indonesia, lanjut Gendra, produk Schoko tidak hanya digemari di dalam negeri tetapi juga luar negeri.
"Harapannya kinerja sepanjang tahun ini, secara konsolidasian perusahaan bisa mencatat pendapatan Rp268 miliar. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan kinerja tahun lalu yang mencapai Rp224 miliar," kata Gendra.
COCO baru saja mendapatkan pinjaman modal dari Bank BCA untuk modal kerja, pembangunan pabrik dan pembelian mesin produksi dengan total pinjaman sebesar Rp139,1 miliar. Harapannya dengan suntikan dana segar yang didapatkan pada 4 Maret 2022 lalu itu, COCO bisa memacu kinerja bisnisnya lebih baik lagi ke depan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)