Dia juga menyampaikan, kinerja perseroan tahun 2022 akan tumbuh dibandingkan tahun 2021, karena 99% pelanggan jasa angkut telah melanjutkan kerja sama dengan perseroan.
“Sampai dengan 2021, nilai kontrak pengangkutan mencapai USD103 juta dan kontrak tahun 2022 hingga 2025 sudah mencapai USD75 juta,” pungkas dia.
Sementara itu, dia mengungkapkan bahwa perseroan tengah mengkaji penambahan armada yang hasilnya akan dimumkan segera. Pada saat yang sama, juga mengkaji penjualan armada guna optimalisasi aset seperti yang dilakukan penjualan 4 armada pada kuartal I 2022.
(Taufik Fajar)