"Karena ini adalah cara mengumpulkan dana. Alhamdulillah kita mempunyai dana besar dan saat ini kami masih belum mengarah ke sana," katanya.
Pada Mei 2021 lalu, Arif mengungkapkan masing-masing subholding memiliki rencana go publik di pasar modal.
Keempat subholding ini adalah petikemas, non petikemas, marine equipment, dan logistik.
Di lain sisi, Arif menunda rencana penawaran umum perdana dua anak usahanya, lantaran saat ini kondisi pasar modal belum stabil.
Kedua anak usaha diantaranya PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) dan PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK).
"Kondisi market tidak begitu menggembirakan saat ini karena adanya pandemi, jadi kami putuskan untuk menundanya" jelasnya.
BACA JUGA:Multipolar (MLPT) Bagikan Dividen Rp135/Saham
Kendati demikian, Arif menyampaikan bahwa perseroan akan kembali melakukan revisi terkait rencana strategis tersebut.
Penundaan IPO ini dilakukan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.
"Karena situasi belum stabil kami putuskan untuk IPO kami tunda sampai waktu yang belum bisa ditentukan," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)