Covid-19 Turun, Maskapai Berlomba-lomba Siapkan Penerbangan Jarak Jauh Nonstop

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Jum'at 20 Mei 2022 14:50 WIB
Penerbangan (Foto: Okezone/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Maskapai penerbangan kini sibuk memikirkan kembali perjalanan jarak jauh seiring kembalinya minat terbang pascapandemi. Apa saja yang kemungkinan akan berubah?

Maskapai penerbangan Australia, Qantas, baru-baru ini mencatat sejarah dengan mengangkut penumpang nonstop dari Amerika Selatan menuju Australia.

Pesawat Boeing 787 Dreamliner berangkat dari Buenos Aires, Argentina pada siang hari dan menempuh 14.973 km. Lebih dari 17 jam kemudian, penerbangan bernomor QF 14 itu mendarat di Darwin, Australia.

Penerbangan itu mencatat dua rekor internal: jarak terjauh yang ditempuh dan penerbangan komersial dengan waktu terlama di udara.

Kapten Alex Passerini, yang memimpin penerbangan QF 14, mengatakan Qantas selalu siap menghadapi tantangan, terutama dalam hal perjalanan jarak jauh.

"Dan penerbangan ini adalah contoh luar biasa dari kemampuan dan perhatian atas setiap detil oleh tim perencanaan penerbangan kami," ujar dia, Jumat (20/5/2022).

Penerbangan jarak jauh seperti bukanlah hal baru. Pada 1930-an, pesawat maskapai Pan Am sering melintasi Samudra Pasifik.

Penerbangan dengan pesawat Honolulu Clipper biasa memakan waktu hingga 20 jam ketika bolak-balik antara pulau Hawaii dan daratan Amerika Serikat.

Qantas mengikut langkah itu satu dekade kemudian. Pada tahun 1943, maskapai tersebut meluncurkan layanan antara Ceylon (kini Sri Lanka) dan Australia, perjalanan yang memakan waktu hingga 33 jam.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya