Sejauh ini, Medikaloka Hermina masih dalam tahap identifikasi lahan sehingga pihak penjual dan nilai pembelian belum dapat ditetapkan. Selanjutnya, sebanyak 25% dana hasil obligasi akan dimanfaatkan untuk membeli peralatan umum dan medis.
Sisa dana akan dipakai sebagai modal kerja, di antaranya untuk pembayaran gaji karyawan, utang usaha, pembiayaan kegiatan operasional rumah sakit, dan lain-lain. Untuk penggunaan modal kerja anak usaha, emiten dengan kode saham HEAL ini bakal mengucurkan melalui pinjaman pemegang saham (shareholder’s loan) dengan tingkat suku bunga sebesar 12,5% per tahun dan tenor 1 tahun, yang dapat dilunasi sewaktu waktu sebelum jatuh tempo.
HEAL berencana melangsungkan penawaran umum obligasi pada 8-11 Juli 2022. Kemudian, tanggal penjatahan diperkirakan pada 12 Juli 2022, distribusi obligasi secara elektronik dan pengembalian uang pemesanan dilaksanakan pada 14 Juli 2022, dan pencatatan di BEI pada 15 Juli 2022. Dalam aksi korporasi ini, HEAL menunjuk PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Maybank Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dipercaya sebagai wali amanat.