JAKARTA - PT PAM Mineral Tbk (NICL) tercatat laba bersih Rp 24,73 miliar di kuartal pertama 2022 atau melesat tajam 206% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 8,08 miliar.
“Kinerja positif dipengaruhi peningkatan penjualan nikel. Tren positif ini diteruskan dari 2020 saat pendapatan kami naik signifikan sebesar Rp188,02 miliar setelah penjualan nikel IBM dimulai,” kata Direktur Keuangan NICL, Herman Thio di Jakarta, Kamis (7/7/2022).
Disampaikannya pula, perolehan pertumuhan laba didapat dari raihan pendapatan bersih yang melesat 126,32% menjadi Rp 222,20 miliar di kuartal I/2022 dari kuartal I/2021 Rp98,18 miliar.
Disebutkan pula, pendapatan diperoleh dari sejumlah klien di antaranya PT Indonesia Ruipu Nickel and Chrome Alloy, PT Guang Ching Nikel and Stainless Steel, PT Kyara Sukses Mandiri, PT Sulawesi Mining Indonesia, dan PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel.
Dengan kenaikan pendapatan ini, aset NICL tercatat Rp521,33 miliar, naik 25% dari Desember 2021 senilai Rp 417,35 miliar, sementara kas dan setara kas juga naik 40,11% menjadi Rp138,54 miliar dari Rp 98,88 miliar.
Pada akhir 2021, NICL mencatatkan pendapatan Rp419,45 miliar, melonjak 123,09% dari Rp188,02 miliar pada 2020 dan laba bersih naik 42,14% menjadi Rp45,50 miliar dari Rp32,01 miliar.