Khusus untuk kategori high grade hasil produksi NICL berhasil terjual habis sesuai dengan kontrak dengan pelanggan.
Pada 2024, guna memperluas jangkauan pemasaran dan ikut menghasilkan Mix Hydroxide Precipitate/MHP (bahan baku pembuatan katoda baterai), NICL juga menargetkan penjualan 920.000 ton bijih nikel kadar tinggi.
Direktur Utama PAM Mineral, Ruddy Tjanaka mengatakan kebutuhan nikel mulai intensif dalam perkembangan industri hulu-hilir saat ini
“Kondisi ini membuat kami lebih optimistis ke depan ini akan ada nikel beserta turunannya yang akan menjadi salah satu primadona dari penggerak ekonomi Indonesia,” kata Ruddy.
(Taufik Fajar)