Dia berharap deklarasi ini bisa mengisi kesenjangan dan transparasi perpajak.
"Pemerintah tidak akan berhenti, kita akan terus lanjutkan penggunaan data untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan menekan penghindaran pajak, penempatan aset di luar negeri dan perangi aliran uang gelap," jelasnya.
Sri Mulyani mengatakan, Asia Initiative sudah dimulai sejak Februari 2022. Progres yang dibuat dalam pertemuan tersebut telah menjadi dasar yang sangat solid dan kuat untuk pertemuan hari ini.
"Transparansi pajak bisa mendorong pemerintah meningkatkan mobilisasi sumber daya domestik dan juga membangun pemulihan ekonomi yang resilien," jelas Sri Mulyani.
(Taufik Fajar)