JAKARTA - PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) dan entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp6,06 miliar pada kuartal II-2022.
Realisasi itu meningkat dari rugi yang dicapai di periode sama tahun lalu senilai Rp6,65 miliar.
Kenaikan laba emiten bus 'White Horse' itu sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan penjualan jasa angkutan penumpang.
Hingga enam bulan pertama tahun ini, WEHA mampu mengantongi penjualan bersih sebesar Rp76,53 miliar, atau melejit 98,38% dari Rp38,57 miliar yang dicapai pada semester I tahun lalu.
BACA JUGA:Arkora Hydro (ARKO) Cetak Laba Rp28,4 Miliar, Naik 58%
Kinerja tersebut membuat WEHA mampu membalikkan rugi per saham menjadi laba sebesar Rp7 per saham. Demikian laporan keuangan WEHA di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia, Senin (18/7/2022).
Kontribusi terbesar pemasukan WEHA berasal dari jasa angkutan antar-kota yang mencapai Rp38,12 miliar, disusul jasa angkutan penumpang sebanyak Rp34,47 miliar.
Beban pokok perseroan membengkak menjadi Rp45,29 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu di angka Rp27,59 miliar.
Sejumlah pos beban yang meningkat adalah dari beban kendaraan, bahan bakar, perbaikan-pemeliharaan, hingga gaji karyawan.
Per 30 Juni 2022, WEHA mencatatkan total aset senilai Rp220,96 miliar, atau lebih rendah 0,67% dari akhir 2021 sebesar Rp222,47 miliar. Adapun kewajiban pembayaran utang atau liabilitas perseroan menyusut menjadi Rp106,44 miliar dari Rp113,97 miliar.
Modal atau ekuitas WEHA tumbuh dari akhir 2021 sebesar Rp108,50 miliar, menjadi Rp114,52 miliar. Sementara jumlah kas dan setara kas yang digenggam pada semester I-2022 mencapai Rp9,84 miliar, atau lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun 2021 senilai Rp1,74 miliar.
(Zuhirna Wulan Dilla)