JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menantang 100 ekonom untuk menghitung subsidi BBM yang dibutuhkan pada 2023. Dia menyampaikan bahwa saat ini, anggaran subsidi di 2023 masih dibahas bersama DPR RI.
Diperkirakan anggaran subsidi di 2023 masih lebih dari Rp340 triliun dengan asumsi harga minyak di kisarkan USD90 per barel. Sri Mulyani juga menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggunakan data dari lembaga kredibel di bidang minyak terkait prediksi minyak mentah dunia.
"Di Kemenkeu menggunakan data dari agency yang autoritatif di bidang minyak seperti International Energy Agency, mereka akan proyeksikan seperti apa dan Bloomberg konsensus, tapi paling tidak dua faktor dominan yang mempengaruhi harga minyak dan komoditas tahun depan," ungkap Sri.
Dia pun menjelaskan bagaimana skenario dan proyeksi bagaimana jika negara maju masuk resesi.
"Seandainya outlook negara maju masuk ke resesi, tapi permintaan minyak turun, maka harga minyak dunia diproyeksikan tidak akan mencapai USD100 per barel," pungkas Sri.
Baca Selengkapnya: Ketika Sri Mulyani Tantang 100 Ekonom Hitung Subsidi BBM di 2023
(Kurniasih Miftakhul Jannah)