Dengan asumsi alokasi dana buyback terserap seluruhnya, maka total aset dan ekuitas diperkirakan turun masing-masing menjadi Rp15,18 triliun dan Rp6,51 triliun.
Perseroan belum lama ini juga telah menyelesaikan pembelian kembali saham untuk periode 20 Mei 2022 sampai 19 Agustus 2022.
Dengan alokasi dana buyback Rp319 miliar, ERAA merealisasikan pembelian kembali sebanyak 71.695.900 lembar saham dengan nilai Rp35.561.787.920 (Rp35,56 miliar) Buyback saham tersebut dilakukan dalam beberapa tahap selama periode pelaksanaan dengan harga pembelian di kisaran Rp486—Rp498 per saham dengan harga rata-rata Rp495,07 per saham.
Pembelian kembali saham sendiri dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi perdagangan saham di BEI yang sejak awal 2020 sampai dengan ditetapkannya Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 03/SEOJK.04/2020 yang tercatat mengalami tekanan yang signifikan, yang diindikasikan dari penurunan IHSG sebesar 18,46 persen saat itu.
Selain itu, kondisi perekonomian regional dan global yang mengalami tekanan dan perlambatan, antara lain disebabkan oleh wabah Covid-19 juga menjadi pertimbangan ERAA melakukan buyback.
(Taufik Fajar)