JAKARTA – Pemerintah mencairkan BLT subsidi gaji atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2022 untuk pekerja. BLT subsidi gaji mulai dicairkan Jumat 9 September 2022.
Penyaluran BSU tidak hanya melalui rekening Bank Himbara, tetapi dengan metode lain.
Penyaluran BSU juga melalui PT Pos Indonesia. Hal tersebut memungkinkan penerima BSU bisa mengambil bantuan melalui Indomaret yang sudah bermitra dengan Pos Indonesia.
Berikut fakta BLT Subsidi Gaji cair yang dirangkum Okezone di Jakarta, Minggu (11/9/2022).
1. Cair Mulai 9 September 2022
BLT subsidi gaji dipastikan cair mulai 9 September 2022. Pencairan BLT subsidi gaji akan diberikan untuk 5 juta tenaga kerja.
Baca Juga: 3 Cara Risma Jamin BLT BBM Tepat Sasaran
BLT subsidi gaji masuk dalam tambahan bantalan sosial yang disiapkan pemerintah sebagai pengalihan subsidi BBM.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah pun membuka peluang pekerja dengan gaji di atas Rp3,5 juta bisa mendapat BLT subsidi gaji.
2. Pekerja yang Terima Bantuan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 10 Tahun 2022 yang salah satunya mengatur tentang pernyataan penerima BSU untuk pekerja atau Buruh.
Baca Juga: Daftar BLT BBM, 113.454 Orang Disetujui Dapat Bantuan Rp600.000
Dalam Permenaker Nomor 10/2022, pada pasal 4 ayat (3) dijelaskan dalam hal pekerja/buruh bekerja di wilayah dengan upah minimum kabupaten/kota lebih besar dari Rp3,5 juta, maka persyaratan gaji/upah menjadi paling banyak sebesar upah minimum kabupaten/kota.
Pada pasal tersebut menjadikan seorang pekerja yang bekerja di kota yang mempunyai Upah Minimum Provinsi/Kota juga berhak untuk mendapatkan BSU.
"Misalnya DKI Jakarta yang UMP senilai Rp4,7 juta maka dia tetap berhak, karena yang disini adalah yang senilai upah minimum provinsi kabupaten kota," ujar Ida, dikutip Kamis (8/9/2022).
3. 5.099.915 Calon Penerima Bantuan
Saat ini, Kemnaker telah menerima data sebanyak 5.099.915 calon penerima bantuan subsidi upah (BSU) atau BLT Subsidi Gaji dari BPJS Ketenagakerjaan.
Ida menegaskan, Kemnaker berupaya untuk mulai menyalurkan BSU 2022 pekan ini. Ida juga menargetkan penyaluran BSU dari Bank Himbara ke bank penerima dapat berlangsung di hari Jumat ini.
"Menurut data BPJS Ketenagakerjaan terdapat 16.198.731 pekerja atau buruh yang memenuhi syarat untuk menerima subsidi gaji. Dari keseluruhan data yang memenuhi syarat akan disampaikan kepada Kemnaker secara bertahap," ujar dia.
4. Biang Kerok yang Bikin BLT Subsidi Gaji Tak Kunjung Cair
Ombudsman Republik Indonesia meminta para pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi terkait penyaluran BLT subsidi gaji atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2022.
Dikutip dari Antara, hal ini untuk menghindari isu seperti yang dialami dalam pencairan BSU 2020 dan 2021.
Anggota Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng mengatakan bahwa data untuk penyaluran BSU 2022 terbilang tidak menjadi isu karena bersumber dari BPJS Ketenagakerjaan.
Dia menyebut pentingnya komunikasi antarbank di kantor pusat maupun di daerah dan skema penyaluran lewat PT Pos Indonesia yang baru dilaksanakan pada tahun ini.
"Ini soal komunikasi, koordinasi menjadi penting," ujarnya, Kamis (8/9/2022).
Dia juga mendorong para calon penerima untuk melakukan aktivitasi rekening untuk memastikan penyaluran dapat dilakukan dan tidak terjadi kegagalan penyaluran subsidi gaji.
5. BLT Subsidi Gaji Cair ke 14 Juta Pekerja
BLT subsidi gaji atau bantuan subsidi upah Rp600.000 tidak akan cair ke 16 juta pekerja sebagaimana yang ditargetkan pemerintah. Sebab setelah diverifikasi, data penerima BLT subsidi yang layak mendapat bantuan sosial sebanyak 14,6 juta.
Sekretaris Direktorat Jendral PHI Jamsos, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Surya Lukita Warman menjelaskan, pada tahap pertama penyaluran BSU bakal diberikan kepada 14,6 juta pekerja dengan total anggaran yang diperlukan Rp8,7 triliun.
Jumlah tersebut telah melalui tahap verifikasi dari yang sebelumnya diajukan 16,2 juta pekerja/
"Ternyata yang memenuhi persyaratan hasil exercise kami hanya 14,6 juta orang. Angka ini yang kami usulkan kepada Kemenkeu, agar anggarannya disiapkan dengan nilai bantuan Rp600 ribu per kepala, akhirnya nilai anggaran subsidi," ujarnya
(Feby Novalius)