IPO, Wulandari Bangun Bidik Dana Rp330 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis
Selasa 11 Oktober 2022 13:09 WIB
Wulandari Bangun Laksana bakal IPO (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – PT Wulandari Bangun Laksana Tbk bakal melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Berdasarkan prospektus Wulandari Bangun Laksana akan menawarkan sebanyak-banyak 2,75 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp10 per saham.

Jumlah saham yang ditawarkan mewakili sebanyak-banyaknya 12,09% modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO, dengan harga penawaran Rp100 hingga Rp120 per saham.

Perusahaan properti dan real estat pengelola Balikpapan Superblock ini mengungkapkan, dengan jumlah saham yang ditawarkan dan harga tersebut, perseroan berpotensi memperoleh dana maksimal Rp330 miliar. Dana IPO sebesar Rp100 miliar rencananya akan digunakan untuk membeli tanah seluas 1,2 hektare (ha) di Balikpapan Selatan.

Pertimbangan pembelian aset tanah tersebut dilakukan untuk menambah jumlah landbank yang dimiliki perseroan saat ini, yang rencananya akan dikembangkan oleh perseroan menjadi produk apartemen dengan nama The Mansion Apartment. Adapun sisa dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja yang terdiri dari pembayaran kepada kontraktor atas pekerjaan proyek Metropolis condotel, pembayaran kepada kontraktor untuk proyek BSB Beach Apartment dan pembayaran kepada kontraktor proyek apartemen The Mansion.

Bersamaan dengan IPO, Wulandari Bangun Laksana juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 7 miliar Waran seri I yang menyertai saham baru dan mewakili sebanyak-banyaknya 35% dari modal modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Waran seri I diberikan secara cuma-cuma kepada sebagai insentif kepada pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan penawaran umum. Setiap pemegang 100 saham baru berhak memperoleh 137 waran.

Disebutkan, Waran seri I dapat mulai dilaksanakan mulai 3 Mei 2023 sampai dengan 2 November 2023 dengan harga pelaksanaan Rp125. Apabila seluruh waran dilaksanakan oleh seluruh pemegang Waran seri I, dana yang diperoleh Wulandari Bangun Laksana adalah sebesar-besarnya Rp875 miliar.

Kemudian para pemegang Waran seri I tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham, termasuk hak dividen selama Waran seri I tersebut belum dilaksanakan menjadi saham. Komposisi pemegang saham Wulandari Bangun Laksana saat ini terdiri atas Christopher Sumasto Tjia sebesar 50%, sementara sisanya sebesar 50% dikempit oleh Clarissa Ady Sumasto Tjia. Adapun penjamin pelaksana efek adalah PT Artha Sekuritas Indonesia.

Berikut jadwal IPO Wulandari Bangun Laksana di Bursa Efek Indonesia: Tanggal pre-efektif : 7 Oktober 2022, masa penawaran awal : 10—17 Oktober 2022 dan perkiraan tanggal efektif : 26 Oktober 2022. Perkiraan masa penawaran umum perdana saham : 28 Oktober—1 November 2022 dan perkiraan tanggal penjatahan : 1 November 2022. Lalu perkiraan tanggal pengembalian uang pemesanan : 2 November 2022, perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik : 2 November 2022 dan perkiraan tanggal pencatatan Waran seri I : 3 November.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya