JAKARTA – Ekonomi Indonesia tidak terdampak signifikan dari ketidakpastian ekonomi global yang timbul akibat perang dan covid-19. Bahkan, Indonesia berpeluang menjadi penyelamat di tengah badai ekonomi global melalui Presidensi G20.
"Perang yang mengakibatkan ancaman krisis pangan dan energi, tingginya nilai tukar dolar dan suku bunga, merupakan perpaduan yang berpotensi menyebabkan terjadinya ‘badai’, terutama di negara-negara berkembang," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam akun Instagramnya @smindrawati pada Kamis(13/10/2022).
Meskipun demikian, di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi di negara berkembang, Indonesia justru baik-baik saja. Menurut prediksi IMF, ekonomi Indonesia mampu tumbuh sebesar 5% pada tahun 2023.
"Kita tentunya tidak cepat berpuas diri. Indonesia masih bertanggung jawab besar dalam memimpin kolaborasi G20 demi menyelamatkan negara-negara rentan dari ‘badai’ ekonomi yang mungkin terjadi," terang Sri.