Hingga akhir September 2022, aset perseroan tumbuh 11,97% menjadi Rp3,89 triliun dari posisi akhir Desember 2021 sebesar Rp3,47 triliun. Sementara itu, liabilitas HRTA tercatat sebesar Rp2,21 triliun, sedangkan ekuitas sebesar Rp1,67 triliun.
Tahun ini, perseroan menargetkan untuk membuka minimal 10 gerai. Hingga saat ini, HRTA memiliki bisnis terintegrasi yang terdiri dari empat pabrik, penjualan grosir, penjualan eceran, serta kanal e-commerce dan jaringan gadai emas.
Tahun lalu, perseroan mengembangkan bisnis melalui kerja sama dengan PT EAI dalam memproduksi dan merilis EmasKITA yang menghadirkan variasi logam mulia ukuran mikro (mikrobar) pecahan 0.1 gram dan 0,25 gram. Selain itu, perseroan juga membuat koleksi perhiasan berbahan emas murni yang diberi nama Kencana.
Perseroan juga meluncurkan flagship store yakni, Hartadinata Abadi Store. Hingga kini, perseroan telah memiliki enam gerai yang tersebar di Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, dan Surabaya.
(Zuhirna Wulan Dilla)