Hingga akhir September 2022, total aset Perusahaan tercatat sebesar USD2,5 miliar dengan total ekuitas USD1,9 miliar. Sejalan dengan arus kas dan EBITDA yang semakin menguat, Perusahaan juga memiliki posisi kas dan setara kas yang solid sebesar USD 1,3 miliar. Adapun laba bersih per saham dibukukan sebesar USD0,8 per saham.
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2022, Perusahaan memproduksi batu bara sebanyak 12,3 juta ton di tengah curah hujan yang tinggi. Sementara itu, volume penjualan tercapai sebanyak 13,8 juta ton, yang dipasarkan ke Tiongkok (4,2 juta ton), Indonesia (2,9 juta ton), Jepang (1,9 juta ton), Filipina (1,1 juta ton), India (1,0 juta ton), dan negara-negara lain di Asia Pasifik.
Untuk tahun 2022, Perusahaan menargetkan volume produksi antara 16,9-17,1 juta ton dengan volume penjualan sebesar 19,0-19,5 juta ton. Dari target volume penjualan tersebut, sebanyak 80% harga jualnya telah ditetapkan, 16% mengacu pada indeks harga batubara, sedangkan sisa 4% belum terjual.
Di sektor bisnis terbarukan, Perusahaan mendirikan PT ITM Bhinneka Power (IBP) sebagai upaya untuk mengambil peluang usaha energi terbarukan yang terus bertumbuh. Pada permulaan tahun 2022, IBP mendirikan PT Cahaya Power Indonesia (CPI), anak usaha yang berfokus pada bisnis panel atap surya dengan pelanggan perkantoran dan pabrik.
CPI telah menandatangani Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA) Atap Surya dengan total kapasitas sebesar 7,3 MWp saat ini. Komitmen ITM untuk menjadi Perusahaan yang baik dan bertanggung jawab telah diakui oleh pemerintah. Pada bulan September yang lalu, lima anak usaha ITM, yaitu PT Indominco Mandiri (IMM), PT Jorong Barutama Greston (JBG), PT Trubaindo Coal Mining (TCM), PT Bharinto Ekatama (BEK) dan PT Tambang Raya Usaha Tama (TRUST), menerima penghargaan dalam ajang Good Mining Practice Award (GMP) 2022 yang digelar oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Penghargaan Aditama yang merupakan penghargaan tertinggi diterima IMM untuk kategori Pengelolaan Teknik Pertambangan. ITM juga telah ditunjuk Pemerintah sebagai mitra resmi dalam mengembangkan Persemaian Mentawir di Ibu Kota Negara (IKN) baru “Nusantara” yang berkonsep “forest city” di Mentawir, Kalimantan Timur. Keterlibatan Perusahaan dalam membangun ibukota negara merupakan kehormatan sekaligus tantangan dan bagian sumbangsih ITM terhadap lingkungan.
Ke depannya, cita-cita ITM adalah menjadi Perusahaan terkemuka di bidang energi di Indonesia dengan konsep greener, smarter.
Pada bisnis pertambangan, ITM akan terus melakukan eksplorasi tambang yang dimiliki guna memastikan pertumbuhan organik atas cadangan batubara yang dimiliki, mengembangkan lahan tambang yang baru, dan terus memperhatikan peluang yang ada pada mineral lainnya. Di bidang jasa energi, ITM akan melakukan ekspansi pembelian batu bara yang bersumber dari pihak ketiga guna meningkatkan pendapatan dari perdagangan dan pencampuran batu bara, memanfaatkan prasarana logistik yang dipunyai Perusahaan agar dapat menciptakan nilai dan menjadi unit usaha strategis yang menghasilkan laba.
Perusahaan juga akan berperan aktif untuk menghutankan kembali atau mencegah penggundulan hutan sejalan dengan upaya meningkatkan kenanekaragaman hayati. Di bisnis energi terbarukan dan bisnis lainnya, Perusahaan tengah membangun PLTS guna memasok energi bagi kegiatan operasional dan terus mengembangkan bisnis energi atap surya.
Di samping itu, Perusahaan juga bertekad untuk melanjutkan transformasi menjadi Perusahaan berbasis digital dalam operasi penambangan sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemantauan dan kendali biaya.
(Taufik Fajar)