Ini Bukti Industri Properti 2022 di Indonesia Bangkit, Bagaimana pada 2023?

Clara Amelia, Jurnalis
Rabu 23 November 2022 10:36 WIB
Industri Properti 2022 (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kondisi industri properti di Indonesia sepanjang 2022 mulai bangkit. Beberapa kebijakan yang ditelurkan pemerintah mampu mendorong industri properti.

Pada 2022, pasar properti nasional menunjukkan tren yang terus membaik. Kenaikan harga properti meningkat lebih pesat dibanding tahun sebelumnya, demikian pula dengan permintaan pasar.

"Sejumlah kebijakan Pemerintah, mulai dari pelonggaran protokol kesehatan jelang Hari Raya Idul Fitri 2022 serta suku bunga Bank Indonesia yang terus ditahan pada 3,5% dalam satu setengah tahun terakhir menjadi salah satu faktor penting yang menjaga optimisme pasar properti di tanah air," kata Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam laporan Indonesia Property Market Report Q4 2022 dan Property Market Outlook 2023, Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Dalam laporannya menunjukkan kenaikan harga secara tahunan pada kuartal ketiga 2022. Indeks harga properti naik sebesar 4,9% secara tahunan. Kenaikan ini menunjukkan percepatan jika dibandingkan dengan kuartal ketiga 2021. Ketika itu, indeks harga naik sebesar 3,24% dibandingkan kuartal ketiga 2020.

BACA JUGA:Ada IKN, Properti di Kota Penyangga Sekitar Kaltim Meroket 

Kenaikan indeks harga tersebut juga diikuti kenaikan permintaan sebesar 16,4% secara tahunan. Meski demikian, penyedia suplai tampaknya masih menahan peluncuran suplai baru dimana secara tahunan, suplai kuartal ketiga 2022 hanya naik tipis sebesar 3,7%.

Indikasi positif pasar properti juga terlihat dari tren permintaan pasar. Percepatan kenaikan harga properti tidak menyurutkan permintaan pasar. Sebaliknya, permintaan properti pada kuartal ketiga 2022 menunjukkan kenaikan yang cukup pesat, sebesar 9,2% dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Marine menuturkan jika dilihat per kuartal selama tahun 2022, sempat mencatat tren negatif di awal tahun. Pada kuartal pertama 2022, tren indeks harga properti masih stagnan secara kuartalan dengan kenaikan di bawah 1%. Tren negatif juga berlanjut pada indeks suplai, yang turun sebesar 0,3% secara kuartalan, serta indeks permintaan, yang turun hingga 2% secara kuartalan.

Pada kuartal kedua 2022, tren indeks harga properti menunjukkan kenaikan sebesar 3,2% secara kuartalan. Tren kenaikan ini juga terlihat pada indeks suplai, yang naik sebesar 1,3% secara kuartalan. Sementara itu, permintaan naik sebesar 2% secara kuartalan. Pada kuartal ketiga 2022, indeks harga properti menunjukkan kenaikan tipis sebesar 1% secara kuartalan, diikuti indeks suplai sebesar 5,1% secara kuartalan. Sementara itu, indeks permintaan meningkat hingga 10,5%per kuartal.

Jika dilihat dalam jangka waktu setahun ke belakang, indeks harga dan indeks suplai menunjukkan peningkatan dari 2021 ke 2022 yaitu masing-masing sebesar 5% untuk kenaikan indeks harga, dan 4% untuk kenaikan indeks suplai.

Sementara itu, indeks permintaan bervariasi dengan kenaikan tertinggi dialami daerah Kabupaten Bekasi dengan peningkatan permintaan sebesar 124% dalam setahun dan penurunan permintaan terbesar terjadi pada kota Bogor sebesar -30% dalam setahun terakhir.

“Pelaku industri properti sebenarnya selalu optimistis dengan situasi pasarnya. Hanya saja, keputusan terkait rencana investasi masih sangat bergantung pada kebijakan Pemerintah," katanya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya