Libur Nataru 2023, Pengusaha Oleh-oleh Malang Banjir Pesanan

Avirista Midaada, Jurnalis
Selasa 27 Desember 2022 16:21 WIB
Oleh-oleh Malang kebanjiran pesanan. (Foto: MPI)
Share :

"Peningkatannya cukup drastis, saat ini dua minggu sekali kirim ke sana. Kalau sebelum-sebelumnya karena Covid-19 itu tiga minggu sekali paling tidak, dengan sekali pengiriman 2.500 pieces keripik, itu ke reseller di Taiwan dan Hongkong," ungkapnya.

Kenaikan permintaan pesanan membuat kebutuhan tempe di keripik tempe berlabel Rohani ini juga meningkat.

Jika sehari-harinya Andi membutuhkan 40 kotak tempe atau hingga mencapai 160 kilogram, kini bertambah.

Tapi diakui di libur Nataru kali ini ada beberapa kendala yang melanda usaha yang telah ada sejak tahun 1988, salah satunya kenaikan berbagai macam harga bahan pokok.

"Sekarang semuanya naik, kedelai kemarin jadi Rp14.500 per kilogramnya, sebelum Covid-19 itu pernah dapat harga Rp6.500 per kilo itu kedelai," tuturnya.

Selain kedelai, kebutuhan produksi seperti telur juga naik hingga angka Rp28 ribu - Rp30 ribu per kilogramnya.

Itu belum termasuk kenaikan harga minyak goreng yang menyentuh harga Rp245 ribu untuk kemasan 15 kilogram yang sering digunakannya.

Hasilnya pun dapat diprediksi, meski naik senyum manis Andi dan pelaku usaha lainnya juga tak begitu lebar.

"Kita enggak bisa langsung menaikkan harga keripik sekarang, oke harga naik, nanti kalau misalkan harga turun, ikut turun. Kita ada patokan menaikkan harga, kalau nggak kenaikan (ongkos produksi) nggak tinggi. Enggak bisa juga kita menipiskan potongan keripik, kita harus benar-benar menjaga kualitas produk, itu yang utama," jelasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya