Untuk solusinya, dia terpaksa menaikkan harga keripik di reseller atau pihak ketiga yang bekerja sama.
Namun kenaikan pun tidak terlalu signifikan demi menjaga kepercayaan pembeli.
"Kalau yang di toko kita enggak naikkan, harga tetap. Jadi mau nggak mau laba kita yang terpaksa turun, tapi nggak apa-apa laba turun yang penting produksi tetap jalan," bebernya.
Pasalnya produksi keripik tempe Rohani miliknya juga memberdayakan sekitar 20 pekerja tetap baik yang memproduksi keripik tempe di dapur produksi, hingga supir yang mengantarkan produk - produk ke para reseller di seluruh Malang raya.
"Yang penting tetap produksi, karyawan kami tetap bisa berdaya, soal laba kita enggak masalah agak kurang," tukasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)