JAKARTA – Saham produsen bir cap tikus dan soju PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga saham emiten dengan kode BEER ini dibuka naik 15,38% ke level Rp260 pada perdagangan perdananya.
Hingga pukul 09.20 WIB, Jumat (6/1/2023), harga saham BEER naik 13,64% atau 30 poin ke level Rp250. Adapun, volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 138,15 juta, dan nilai transaksi mencapai Rp33,61 miliar. Sedangkan frekuensinya sebanyak 10.896 kali.
Sebagai informasi, produsen minuman Cap Tikus 1978, Daebak Soju, dan Daebak Sparks ini melepas sebanyak 800 juta saham atau 20% dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan. Adapun, UOB Kay Hian Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
“Para pembeli saham perseroan berasal dari berbagai kalangan dan institusi juga retail di Indonesia. Tak hanya dalam Indonesia, saham perseroan juga sangat diminati oleh asing yaitu, Cina, India, dan beberapa negara lain,” ungkap manajemen BEER.
Adapun, sekitar 5,36% dari dana hasil initial public offering (IPO) atau Rp9,25 miliar akan digunakan perseroan untuk belanja barang modal berupa tanah dari pihak ketiga (tidak Terafiliasi) dengan lokasi di Desa Jetis, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, seluas ±2 hektar. Adapun tujuan pemerolehan tanah ini yaitu untuk membangun fasilitas produksi Perseroan.
Kemudian, sekitar 6,23% atau sekitar Rp10,74 miliar akan digunakan untuk melakukan pembangunan fasilitas produksi, di antaranya bangunan pabrik, infrastruktur, gudang bahan baku dan gudang barang jadi. Biaya tersebut belum termasuk pembelian mesin dan peralatan produksi.
Serta sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan, guna mendukung kegiatan usaha, namun tidak terbatas pada pembelian bahan baku.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)