Deretan Sektor Saham yang Diprediksi Cuan Jelang Tahun Politik 2024

Zuhirna Wulan Dilla, Jurnalis
Jum'at 10 Februari 2023 12:24 WIB
Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Menjelang tahun politik 2024, beberapa sektor diprediksi bisa banjir cuan.

Dikutip dari Harian Neraca, Senior Research Analyst Mirae Asset, sektor telekomunikasi, Robertus Hardy mengatakan belanja komunikasi dan data masyarakat akan bertumbuh pada tahun pemilu dan masa persiapannya seperti sekarang, dengan pilihan utama TLKM.

Dia juga menyebut sektor otomotif yang bakal tumbuh.

"Untuk sektor otomotif, tahun politik biasanya akan memicu peningkatan mobilisasi masyarakat, ditambah potensi adanya insentif rencana pemberian subsidi dari pemerintah bagi motor dan mobil listrik yang membuat kami optimis sektor tersebut dapat menjadi pilihan di tengah tahun politik dan ancaman inflasi," katanya, Kamis (9/2/2023).

 BACA JUGA:BEI Pantau Ketat Saham Andalan Sakti (ASPI)

Kemudian, Senior Investment Information Mirae Asset, Nafan Aji Gusta menilai inflasi global dan nasional dapat terjaga sehingga baik The Fed di AS maupun Bank Indonesia menunjukkan sinyal bahwa penaikan suku bunga akan lebih ditahan.

Dengan iklim yang lebih kondusif itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mulai stabil menguat sejak awal tahun diprediksi akan melanjutkan penguatan.

Dia mengatakan indikator stochastic dan RSI yang masih positif membuat prediksi IHSG akan konsolidasi bullish dengan rentang pergerakan 6.816-7.000 untuk Februari.

Dari 6 sektor yang masih underperform indeks, sektor yang memiliki potensi terbesar untuk outperform IHSG yaitu keuangan dan barang konsumsi cyclical.

Sebelumnya, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Agus Herta Sumarto pernah bilang, dinamika pergerakan harga saham berafiliasi politik di tahun 2022 lebih condong dikarenakan figur kedeketan dengan lingkaran penguasa.

"Saya kira pada tahun 2022 kemarin sebagian besar pergerakan harga saham yang berafiliasi politik lebih diakibatkan sentimen pelaku pasar terhadap kedekatan mereka ke lingkaran penguasa. Pada tahun 2022 kemarin saya kira tidak begitu banyak aksi korporasi di sektor riil yang dapat meningkatkan nilai fundamental perusahaan mereka," jelasnya.

Dia juga memprediksi di tahun 2023 di mana tahun politik lebih kuat karena mendekati pemilu, investor akan lebih berhati-hati dan condong memilih saham tak terafiliasi politik yang lebih aman. Tentu saja meski tak terlalu beresiko namun imbal balik diterima tidak akan terlalu besar.

"Pada tahun 2023, risiko untuk jenis-jenis emiten yang berafiliasi politik akan lebih besar. Investor mungkin akan jauh lebih berhati-hati dan akan lebih memilih saham-saham netral yang tidak berafiliasi politik dan pergerakan harga sahamnya murni dipengaruhi kinerja perusahaan. Saham jenis ini labih aman namun tentunya imbal hasil yang ditawarkan tidak begitu besar," jelasnya.

Apalagi saham yang terafiliasi dengan lingkaran politik disampaikan Agus masih akan menjadi bidikan para trader jangan pendek. Trader jangan pendek menganggap volatilitas harga saham tersebu akan tinggi dan memberikan keuntungan besar.

"Untuk para trader jangka pendek, saham-saham yang terafiliasi politik lebih menarik karena volatilitas harga saham-saham tersebut akan tinggi dan mereka berpotensi mendapatkan keuntungan dari volatilitas harga tersebut," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya