Lebih lanjut, sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang diajukan oleh PT Borneo Indobara (BIB), yang merupakan anak perusahaan Perseroan sebagai penyumbang volume produksi terbesar di perseroan, total produksi yang diajukan untuk tahun 2023 ini adalah 36 juta ton.
Selain itu, BIB memiliki rencana untuk mengajukan revisi RKAB di tengah tahun 2023 untuk meningkatkan volume produksinya.
(Taufik Fajar)