JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya agar Indonesia memiliki sumber energi murah untuk menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Penekanan mengenai ketersediaan sumber energi murah tersebut menjadi salah satu isu yang dibahas dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.
“Bapak Presiden menghendaki agar faktor apa yang bisa membuat kita punya ekonomi yang sustainable, salah satu yang dibahas kita harus punya energi yang murah,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan seperti dilansir Antara, Jakarta, Selasa (28/3/2023).
Airlangga mengatakan, ketersediaan sumber energi menjadi sangat penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Sumber energi juga perlu diperoleh dengan biaya yang murah, agar pertumbuhan ekonomi yang tercipta sejalan dengan inflasi yang terkendali.
Belajar dari pandemi COVID-19, kata Airlangga, pengendalian harga energi sangat penting untuk mencegah kenaikan inflasi yang tak terkendali.
“Energi yang murah ini penting pada saat COVID-19. Itu faktor inflasi sangat dipengaruhi oleh energi, harga energi yang berfluktuasi yang menyebabkan inflasi yang tidak terkendali di berbagai negara ditambah lagi dengan makanan,” kata dia pula.
Presiden, kata Airlangga, meminta jajaran menteri untuk menyiapkan strategi besar (grand strategy) dalam RPJPN 2025-2045. Strategi itu, kata Presiden, harus disusun detail dan rinci.
Selain penyediaan energi murah, RPJPN 2025-2045 juga membahas mengenai langkah agar Indonesia keluar dari jebakan negara pendapatan menengah (middle income trap).
Kemudian dari sektor pendidikan, Presiden Jokowi meminta ada strategi besar yang memberikan penekanan pada pendidikan vokasi.