JAKARTA - PT Intiland Development Tbk (DILD) membukukan rugi sebesar Rp98,84 miliar sepanjang 2022. Capaian tersebut berbalik dari laba sebesar Rp13,13 miliar pada 2021.
Dikutip Harian Neraca, Selasa (4/4/2023) Perseroan menjelaskan, adanya pengakuan pendapatan yang cukup besar dari proyek 57 Promenade, sehingga perseroan membukukan rugi sebesar Rp98,84 miliar. Adapun proyek tersebut mulai diserahterimakan kepada pembeli sejak penyelesaian proyek pada September 2022.
Pengakuan pendapatan dari proyek joint venture membuat porsi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali lebih besar, ketimbang kepada pemilik entitas induk. DILD mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali sebesar Rp290,81 miliar.
Sehingga menghasilkan rugi bersih sebesar Rp 98,8 miliar pada 2022 karena Intiland hanya memiliki 36,63% saham. Sementara itu, segmen mixed-use dan high-rise menjadi kontributor utama pendapatan DILD.
Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 16,51% menjadi Rp 3,14 triliun dari Rp2,62 triliun pada periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (YoY). Secara rinci, DILD mencatatkan penjualan sebesar Rp2,42 triliun atau naik 18,86% dan pendapatan usaha sebesar Rp3,14 triliun atau naik 8,6%.