Rugi tahun berjalan BATA tercatat Rp106,12 miliar, angka itu jelas membengkak 207% dari akhir 2021 sejumlah Rp51,23 miliar. Adapun total ekuitas Rp319,76 miliar, turun dari Rp426,92 miliar.
Untuk total liabilitas naik sebesar 79% terutama disebabkan kenaikan utang usaha kepada pihak ketiga sebesar Rp19,8 miliar dan kenaikan utang usaha kepada pihak yang berelasi Rp74,7 miliar, kenaikan pinjaman jangka pendek sebesar Rp50,3 miliar, serta kenaikan kewajiban sewa sebesar Rp21,8 miliar
"Peningkatan kewajiban kepada pemasok hanya sementara waktu sehubungan peningkatan persediaan menjelang Lebaran," ungkap Corporate Secretary BATA, Theodorus Warlando Ginting dalam keterangan tertulisnya Minggu (9/4/2023).
Adapun BATA optimis dapat memenuhi semua kewajiban tersebut seiring dengan membaiknya penjualan pasca pandemi Covid-19.
Secara keseluruhan akun Total Liabilitas naik sebesar Rp178,4 miliar dibandingkan dengan akun yang sama pada periode 31 Desember 2021.
(Taufik Fajar)