JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut penyebab masih minimnya permohonan dari masyarakat untuk melakukan konversi sepeda motor konvensional berbahan bakar fosil menjadi sepeda motor listrik.
"Sekarang kan baru satu bengkel yang ditunjuk, itu sudah 163 yang daftar," ungkap Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana seusai menghadiri acara Powering Indonesia 2023 dikutip Antara di Jakarta, Rabu (10/5/2023).
Meskipun baru satu bengkel yang melayani, ia menyatakan hal tersebut membuktikan bahwa program konversi motor listrik berjalan sampai dengan saat ini.
"Iya tetapi kan 163 juga ini dari satu bengkel yang mereka sudah membuktikan bahwa program ini berjalan dari satu bengkel pun sudah. Nanti akan ada bengkel-bengkel yang punya akses di daerah," ujar Dadan.
Dia mengatakan, satu bengkel yang telah melayani konversi tersebut berlokasi di Cipulir, Jakarta Selatan. Nantinya, akan ada tujuh bengkel lagi yang akan ditunjuk untuk mendukung target 50.000 unit pada 2023. Selain di Jakarta, bengkel-bengkel itu juga tersebar di beberapa daerah.