SURABAYA – Kapal Penumpang buatan Indonesia ternyata diminati negara lain. Hal tersebut dipaparkan dalam Forum Kapasitas Nasional 2023, di Surabaya.
Kapal berpenumpang tersebut merupakan produk binaan Forum Kapasitas Nasional SKK Migas – KKKS dari pabrikan lokal Orela Shipyard Jawa Timur.
BACA JUGA:
Adalah NKA Energy Ventures Sdn Bhd Malaysia yang memesan 2 kapal berpenumpang, melalui Jaringan perusahaan minyak Malaysia, Petronas Indonesia, yang sebelumnya melakukan kontrak penyewaan kapal di wilayah perairan Indonesia untuk operasional wilayah offshore.
“Kami mendapatkan pesanan untuk memproduksi kapal baru dan juga melakukan perbaikan kapal yang akan digunakan di Malaysia dan Brunei Darussalam. Kerja sama ini merupakan hasil pembinaan berkelanjutan Forum Kapnas SKK Migas II 2022,” kata Soegeng Riyadi, Direktur PT Orela Shipyard, di sela-sela acara serah terima kapal di Gresik, Jawa Timur.
BACA JUGA:
Menurutnya, keberhasilan perusahaannya dalam mendapatkan kontrak pembelian dari NKA Energy Ventures Sdn Bhd Malaysia ini membuktikan bahwa perusahaan galangan kapal lokal mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional dan nasional.
Kapal pesanan Malaysia yang nantinya diberinama Keel Laying 150 dan 153 merupakan kapal yang mampu memuat 80 penumpang. Kapal ini dibuat untuk berbagai keperluan operasional, termasuk aktivitas staf lapangan perusahaan migas yang banyak beroperasi di lepas pantai. Kapal ini didesain dengan tingkat kenyamanan tinggi dan memiliki kecepatan maksimal 30 knot (sekitar 55 Km per jam).
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas menjelaskan, kapal keel laying L 150 DAN 153 milik Orela Shipyard saat ini sedang memulai pembangunannya.
Sebelumnya, kapal S Java Sea milik Orela Shipyard sendiri telah dikontrak Petronas Indonesia, seremonial pelepasan kapal tersebut merupakan dari rangkaian acara Forum Kapasitas Nasional III 2023 wilayah Jawa, Bali Madura dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Forum itu sendiri berlangsung yang pada 22-24 Mei 2023.
“Sejak tahun 2021 SKK Migas mengimplementasikan Program Peningkatan Kapasitas Nasional melalui pembinaan kapasitas daerah di 5 wilayah operasi, pengembangan kapasitas nasional, dan pembinaan pabrikan dalam negeri untuk memasuki pasar internasional. Hasilnya perlahan terlihat,” katanya, Selasa, (23/5/2033).
Ketua Forum Kapasitas Nasional, Erwin Suryadi mengatakan SKK Migas dan KKKS akan terus mengintegrasikan produk dalam negeri atau produk lokal, sehingga menghasilkan produk baru yang mampu menjawab kebutuhan Industri Hulu migas nasional.
“Tentu kita akan kawal agar produk lokal tersebut memiliki kualitas dan kuantitas sehingga mampu bersaing dengan produk luar negeri, dan perlahan kita sudah buktikan," kata Erwin optimis.
Contoh lainya untuk mendukung produk dalam negeri dari SKK Migas adalah saat ini telah ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara pabrikan dalam negeri PT Daeshin Flange Fitting Industri dan Fluxion Steel Pte Ltd sebagai mitra strategis penjualan di Asia dan Timur Tengah untuk produk flange dan fitting.
KKKS EMCL juga berhasil melakukan substitusi produk import ke produk dalam negeri, untuk kebutuhan produk kimia H2S dan C02 Removal dalam negeri, pada Unit Pemrosesan Gas Lapangan Banyu Urip.
(Zuhirna Wulan Dilla)