Waskita juga fokus pada kereta api konvensional dan LRT, serta menyasar peluang pada proyek high-speed railway (HSR) atau Kereta Cepat, dan MRT. Selanjutnya, Waskita akan membangun jejak pada bidang logam dan pertambangtan dengan menargetkan proyek pabrik pengolahan hilir. Hal ini didukung oleh beberapa elemen peningkatan kapabilitas seperti kemitraan, serta konsorsium dengan pemain dan pemilik lisensi processing.
Waskita juga tengah mempersiapkan ekspansi secara terarah dan selektif ke beberapa negara Asia Tenggara atau ASEAN lainnya. Hal ini dimungkinkan melalui kemitraan dengan para pemain lokal lainnya.
Sebagai informasi, Waskita mencatatkan pendapatan Rp15,30 triliun sepanjang 2022. Angka tersebut meningkat 25,18% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp12,22 triliun. Seiring meningkatnya pendapatan, beban pokok pendapatan Waskita juga ikut melambung 34,16% dari Rp10,32 triliun menjadi Rp13,85 triliun.
Di kuartal pertama 2023, WSKT membukukan rugi bersih Rp374,93 miliar atau turun 54,86% secara tahunan (YoY) dari periode yang sama tahun lalu rugi bersih Rp830,63 miliar. Kerugian didorong dari menurunnya pendapatan. Pada pendapatan WSKT di kuartal pertama 2023 tercatat turun menjadi Rp2,73 triliun, turun 0,36% dari periode sebelumnya Rp2,74 triliun.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)