Kisah Rasuna Said, Saudagar Kaya Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Hafizhuddin , Jurnalis
Kamis 17 Agustus 2023 11:25 WIB
Kisah Rasuda Said Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. (Foto: Okezone.com/Antara)
Share :

1937-1941

Rasuna pindah ke Medan ketika pimpinan-pimpinan Permi tidak bisa berbuat banyak setelah terus ditekan pihak pemerintah kolonial Belanda.

Di Medan, dia mendirikan lembaga pendidikan khusus untuk kaum perempuan. Rasuna sekali lagi mengajarkan kepada murid-muridnya, pentingnya keikutsertaan perempuan dalam proses perjuangan mencapai kemerdekaan. Lebih lanjut, perempuan punya hak setara dengan pria di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Di sana , dia juga membuat artikel majalah/koran terbitan lokal seperti Suntiang Nagari dan Menara Poeteri.

1942-1943

DI masa pendudukan Jepang, Rasuna Said terus berkiprah. Ia turut menggagas berdirinya perkumpulan Nippon Raya yang sebenarnya bertujuan untuk membentuk kader-kader perjuangan. Atas tindakannya ini, dia dituduh menghasut rakyat.

Kepada seorang pembesar Jepang, berdasarkan literatur yang ditemukan Jajang Jahroni, Rasuna mengatakan "Boleh Tuan menyebut Asia Raya karena Tuan menang perang. tetapi Indonesia Raya pasti ada di sini," kata Rasuna sambil menunjuk dadanya sendiri

Dia sempat ditangkap, namun dibebaskan secara singkat oleh Jepang karena khawatir menyebabkan ketidakpuasan publik.

Pada 1943, ia bergabung dengan pasukan sukarelawan militer Giyugun yang sangat nasionalis, yang telah didirikan oleh Jepang di Sumatra. Dia membantu mendirikan bagian wanitanya, Hahanokai.

Pasca Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka pada 1945, Rasuna bergabung dengan Badan Penerangan Pemuda (BPA) Indonesia.

Kemudian pada 1947, dia menjadi badan legislatif sementara anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Lalu Rasuna juga ditunjuk menjadi anggota parlemen atau Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS).

Pada 1949, Rasuna Said masuk keanggotaan Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) di Jakarta, mewakili Sumatera.

Tahun berikutnya, 1950, ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sementara.

Lalu jabatan terakhirnya adalah ketika dia diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) atas dekrit Presiden pada 5 Juli 1959.

6 tahun berikutnya Rangkayo Rasuna Said, meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker di usia 55 tahun, tertanggal 2 November 1965.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya