MALANG - Harga beras naik, seperti di Pasar Blimbing, Kota Malang. Harga beras sudah mengalami kenaikan sejak dua bulan terakhir.
Pantauan MPI di lapangan, kenaikan beras merah dikeluhkan para pedagang dan pembeli. Kenaikan harga bahkan mencapai Rp1.500 per kilogramnya untuk beras jenis premium.
Salah satu pedagang di Pasar Blimbing Kota Malang, Yanto mengatakan, ada kenaikan harga beras dalam dua bulan terakhir. Kenaikan harga mulai Rp1.000 -Rp 1.500 per kilogramnya.
"Kenaikan harga beras dua bulan terakhir, asalnya Rp290 ribu per 25 kilo, sekarang Rp325 per 25 kilogram, untuk premium. Dampaknya, kita diomeli orang dikira kita mengangkat harga sendiri," ujar Yanto ditemui di Pasar Blimbing.
Maka ketika ada pasokan beras kualitas medium dari Bulog Malang, maka ia selaku pedagang pun bersyukur. Sebab, dengan adanya tambahan pasokan beras kualitas medium tersebut, diharapkan bisa menyediakan pilihan bagi masyarakat.
"Untuk masyarakat memang ada yang beli premium atau medium. Seperti warung kecil itu butuhnya medium," ucap pria berusia 53 tahun ini.
Dirinya berharap, dengan adanya pasokan beras medium ke pasar-pasar yang ada di wilayah Kota Malang tersebut bisa menekan harga beras yang dalam kurun waktu dua bulan terakhir mengalami kenaikan.
Di sisi lain kenaikan harga beras di Kota Malang mempengaruhi inflasi. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) kenaikan harga beras pada periode Agustus 2023 mendorong terjadinya inflasi sebesar 0,07 persen di wilayah tersebut.
"Andil utama dari inflasi Kota Malang, kenaikan harga beras sebesar 2,5 persen dengan andil 0,08 persen. Ini cukup besar," kata Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kota Malang Dwi Handayani, saat rilis pada Jumat siang.
Dwi menjelaskan, selain kenaikan harga beras, inflasi Kota Malang pada periode tersebut juga disebabkan adanya kenaikan biaya pendidikan sebesar 1,37% dengan andil 0,04%.
"Untuk komoditas kenaikan harga cabai rawit 20,93% dengan andil 0,03%," kata dia kembali.
Komoditas lain yang mendorong terjadinya inflasi di Kota Malang, lanjutnya, adalah kenaikan harga ayam hidup sebesar 11,51%, tahu mentah naik 3,01% dan daging sapi mengalami kenaikan sebesar 1,51 persen.
"Inflasi Kota Malang didorong dua komoditas yakni kenaikan harga beras dan biaya pendidikan," katanya.
Sementara itu, untuk komoditas penghambat inflasi atau penyumbang deflasi adalah penurunan harga daging ayam ras sebesar 6,9%, bawang merah 19,88%, telur ayam ras turun sebesar 4,94%, minyak goreng 2,08 persen, bawang putih 4,46%, dan cabai merah 5,99%.
"Komponen bahan makanan pada Agustus mengalami deflasi, seperti daging ayam ras, bawang merah, telur ayam dan minyak goreng," katanya.