JAKARTA - Momentum Pemilu 2024 tidak hanya membawa gejolak politik, tetapi juga mengundang perhatian dari dunia bisnis dan pasar modal di Indonesia.
Okezone, pada Minggu (10/12/2023), merangkum empat fakta terkait Pemilu 2024, merinci antisipasi pengusaha, proyeksi pasar modal, hingga proyeksi rekor perputaran uang yang diperkirakan mencapai angka fantastis Rp100 triliun, sebagai berikut:
1. Prediksi Sikap Pengusaha dan Pasar Saham Jelang Pemilu 2024
Tahun politik menjadi momen krusial bagi pelaku usaha, di mana ketidakpastian politik memicu sikap hati-hati. Menurut Head of Institutional Research Sinarmas Sekuritas, Isfhan Helmy, para pelaku bisnis cenderung mengambil sikap 'wait and see', menanti hasil Pemilu sambil memperhatikan arah kebijakan ekonomi yang akan diambil oleh pemerintahan baru.
"Para pelaku bisnis cenderung menahan ekspansi, menunggu hasil Pemilu sambil memperhatikan arah kebijakan ekonomi yang akan diambil oleh pemerintahan baru," ungkap Helmy dalam webinar Sinarmas Sekuritas.
Helmy juga menekankan fokus sektor perbankan dan konsumsi, yang sebelumnya berhasil meraih performa cemerlang pasca-pemilu, didukung oleh strategi RAPBN 2024 yang menitikberatkan pada stimulasi pengeluaran masyarakat.
2. Sektor Pilihan dan Saham Unggulan Menjelang Pemilu
Menyongsong Pemilu 2024, sektor-sektor unggulan di pasar modal Indonesia mencakup perbankan, konsumsi, retail, dan telekomunikasi. Isfhan Helmy menyoroti sejumlah saham pilihan, seperti TLKM, ASII, BBRI, ARTO, AMRT, ACES, dan ADMR.
Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas, Ike Widiawati, menjelaskan bahwa regulator seperti OJK dan IDX terus berinovasi untuk menciptakan kondisi pasar modal yang transparan dan kredibel. Meskipun masih ada ketidakpastian, pasar saham Indonesia menunjukkan potensi pertumbuhan positif di tahun 2024.
"Inovasi itu berupa Papan pemantauan khusus. Saya rasa dengan adanya inovasi papan pemantauan khusus serta penerapan sistem lelang, semua ini menunjukkan bahwa regulator telah menuju langkah yang tepat demi meningkatkan aktivitas investasi yang lebih aktif disertai transparan. Adapun tahap kedua masih tertunda hingga 6 bulan ke depan," ujarnya.
Pasar saham Indonesia juga memiliki potensi pertumbuhan yang positif di tahun 2024, di mana level tertinggi IHSG yakni di 7377. IHSG saat ini masih dibawah level tersebut, padahal pasar saham di Amerika Serikat yakni Dow Jones telah melampaui titik tertinggi sepanjang sejarahnya.