JAKARTA – Emiten sarung tangan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) memproyeksi tahun 2024 menjadi titik balik naiknya produksi global. Hal ini sejalan dengan riset yang di keluarkan oleh Asosiasi Produsen Sarung Tangan Malaysia (Margama).
Margama menyebut, oversupply persediaan sarung tangan akan berangsur habis dan kebutuhan akan sarung tangan dunia akan mencapai lebih dari 300 miliar pasang. Adapun tingkat pertumbuhan industri diproyeksi mencapai 8%-10% per tahun.
Dengan peluang tersebut, Direktur Utama MARK Ridwan Goh memperkirakan total pendapatan MARK akan ikut naik sebesar Rp800 miliar. Sementara laba bersih diproyeksikan sebesar Rp250 miliar.
Manajemen memperkirakan pendapatan MARK pada 2024 akan tumbuh 30%, dengan laba bersih diprediksi akan mengalami pertumbuhan signifikan melebihi 50% dibandingkan tahun 2023.
Sejak melantai di tahun 2017, perseroan membagikan dividen dengan jumlah deviden payout ratio yang semakin besar. Semenjak IPO sampai dengan pembagian dividen di 2023, MARK telah membagikan total dividen Rp442 miliar.
Dari segi produksi juga mengalami peningkatan, pada 2017 MARK hanya memiliki satu pabrik dengan kapasitas produksi 650.000 cetakan per bulan saat ini perseroan sudah memiliki tiga pabrik dengan kapasitas produksi 2.000.000 cetakan per bulan.
Ridwan Goh mengatakan, perseroan mengapresiasi Bursa Efek Indonesia yang memilih MARK sebagai salah satu sukses story perusahaan di daerah luar Jakarta yang terus berkembang.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)