JAKARTA - Masyarakat saat ini mengeluhkan terjadinya kelangkaan beras kemasan (premium) di minimarket. Hal tersebut disebabkan belum masuknya masa panen raya yang diperkirakan baru akan terjadi pada pertengahan Maret 2024.
Adanya laporan tersebut membuat pihak Perum Bulog bertindak dengan menggelontorkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 4 ribu ton pada Senin 12 Februari. Hal ini guna menekan harga beras.
Berikut ini Okezone telah merangkum fakta-fakta mengenai beras langka di supermarket, ditulis pada Sabtu (17/2/2024).
1. Penyebab Kelangkaan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati dalam keterangannya, menjelaskan terjadinya kelangkaan beras di minimarket modern disebabkan belum masuknya masa panen raya (diperkirakan baru akan terjadi pada pertengahan Maret 2024).
Menurut Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey, kelangkaan beras premium di ritel-ritel modern disebabkan tingginya harga beras di produsen, sehingga banyak peritel memilih tidak memasok beras premium ke ritelnya.
2. Pasokan dan Permintaan Tidak Seimbang
Eliawati juga menjelaskan dalam keterangannya bahwa hal ini menyebabkan terjadi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan.
"Berkurangnya aktivitas pedagang akibat adanya libur panjang dan masa pengisian ulang pihak ritel terhadap stok beras," katanya.
3. Langkah Pemerintah
Langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memenuhi permintaan pangan khususnya beras oleh masyarakat dijelaskan Suharini yakni menjaga pasokan yang masuk ke DKI Jakarta dengan bekerja sama Pemerintah Pusat dan antar pelaku usaha (B2B) serta mengoptimalkan peran PT Food Station Tjipinang Jaya.
"Kami juga melakukan pemantauan stok, harga dan mutu secara rutin bersama Satgas Pangan," katanya.
4. Gelontorkan Beras SPHP
Perum Bulog sudah menggelontorkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 4 ribu ton pada Senin 12 Februari. Hal ini guna menekan harga beras.
"Jadi kemarin aja hari Senin, kami sudah langsung kerja. Kita kirim ke Hypermart 40 ton, ke Ramayana 50 ton, Lotte kami kirim 10 ton, Alfamart 30 ton, Indomaret 50 ton, Indogrosir 40 ton," ujar Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi
5. Distribusi ke Food Station dan Pasar Induk Cipinang
Selain ke ritel modern, Bayu mengungkapkan bahwa pihaknya juga mengirim beras SPHP ke food station dan Pasar Induk Cipinang.
"Jadi kemarin saja bulog mengeluarkan 4.000 ton dalam satu hari, beras SPHP. Food station 800 ton, Pasar Induk Cipinang 2.800 ton. Jadi total kira-kira hampir 4.000 ton SPHP untuk Jakarta saja. Kan kalau hypermart dan lain-lain kita kirim ke distribution centre, mereka yang distribusikan karena kan sistem mereka gitu," tutur Bayu.
6. Sekitar 60 Ribu Ton SPHP Sudah Disalurkan
Dalam kesempatan ini, Bayu juga menyebutkan bahwa secara nasional hingga 12 Februari 2024, Bulog telah menyalurkan beras melalui Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 226.000 ton.
Bayu bilang, dalam 10 hari pertama di bulan Februari, pihaknya telah mengucukan 60 ribu ton SPHP.
"Jadi kita betul-betul mendorong (penyaluran) ini karena (SPHP) betul-betul menjadi alternatif," pungkas Bayu.
(Taufik Fajar)