Meskipun trafik pada 2024 lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Lebaran 2019, Faik mengatakan bahwa jumlah pesawat yang dioperasikan pada 2024 lebih sedikit daripada 2019.
“Jadi kalau tahun 2019 itu ada sekitar 640 pesawat yang dioperasikan, tapi di periode Lebaran ini (2024) hanya 420 pesawat. Nah ini yang akhirnya bisa menimbulkan isu misalnya harga tiket mahal,” kata dia.
Selain penambahan jadwal penerbangan, Faik juga mengatakan bahwa Angkasa Pura juga membuka Posko Lebaran 2024 di 35 bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura Indonesia.
Pembukaan posko tersebut bertujuan untuk memastikan keselamatan, keamanan, kelancaran, dan kenyamanan pengguna jasa bandara pada periode Angkutan Lebaran 2024.
“Kami menambah jumlah petugas yang ada di posko, melibatkan stakeholder (pemangku kepentingan) yang lain, termasuk TNI dan Polri,” kata Faik.
(Feby Novalius)